Pembelajaran 6 Tema 1 Subtema 2 Perubahan Wujud Benda

Pembelajaran 6 Tema 1 Subtema 2 Perubahan Wujud Benda

Topeng motif nusantara adalah ragam bentuk topeng yang ada di seluruh pelosok Indonesia. Motif topeng terbatas hingga wajah atau muka manusia dan binatang saja, dan motif yang terdapat dalam topeng lebih sederhana. Motif topeng yang berlaku secara tradisi dapat digolongkan sebagai berikut :
Motif manusia dan segala sesuatu yang dimanusiakan seperti : Dewa-dewi, Betara-betari, Raksasa-raksasi, dan sebagainya. Motif binatang dan segala sesuatu yang dibinatangkan seperti : Naga, Paksi atau Garuda, Singaambara, dan lain-lainnya. Di beberapa daerah di Indonesia terdapat keenian yang menggunakan topeng, misalnya di Cirebon, Yogyakarta, Surakarta, dayak, malang, dan Bali. Beberapa kesenian topeng Indonesia antara lain:


Amatilah gambar di atas dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!
Setelah hari sebelumnya mengumpulkan alat dan bahan, sekarang saatnya SALAM beraksi kembali berkumpul di rumah Beni. Mereka akan membuat topeng dengan
motif nusantara.

Apakah topeng-topeng di atas termasuk topeng dengan motif nusantara? Ya topeng-topeng tersebut merupakan topeng mptif nusantara

Apa karakter topeng-topeng pada gambar di atas? Topeng tersebut berkarakter gembira

Apa yang dimaksud dengan topeng motif nusantara itu? Topeng motif nusantara adalah ragam bentuk topeng yang ada di seluruh pelosok Indonesia.

Ayo Membuat Topeng
Alat dan Bahan:
  1. Balon 
  2. Kertas koran 
  3. Lem kanji dan lem pralon 
  4. Kertas karton
  5. Selotip
  6. Cat minyak
Langkah-langkah pembuatannya seperti berikut:
  1. Buatlah adonan lem kanji. Caranya, masukkan 10 gram tepung kanji ke dalam 1 1/2 gelas air sambil diaduk rata. Kemudian panaskan di atas api kompor sampai mengental. Kemudian tiuplah balon sampai kira-kira seukuran kepalamu. Ikatlah ujungnya agar tidak mengempis.
  2. Sobek-sobeklah kertas koran dengan ukuran kurang lebih 3 cm x 6 cm. Rendamlah sobekan kertas koran pada adonan lem kanji. Kemudian tempelkan pada balon hingga menutup seluruh permukaannya. Setelah mengering, tempelkan lagi kertas koran. Biarkan mengering dan tempelkan lagi sampai 8 atau9 lapisan.
  3. Apabila tempelan kertas koran disentuh terasa kaku atau keras, berarti lem telah mengering. Letuskan balon dengan memasukkan mata jarum. Potong bagian tepi balon. Catlah permukaan topeng dengan warna putih. Gambarlah motif (raut muka) topeng kemudian buatlah lubang untuk mata.
  4. Sobek-sobeklah kertas koran hingga menjadi serpihan kecil. Rendam sobekan kertas koran sampai menjadi bubur. Lumatkan dengan cara meremasremasnya. Tiriskan bubur kertas dan kemudian campurkan dengan lem pralon encer. Gunakan adonan ini untuk membuat alis, hidung, dan bibir.
  5. Tunggulah lem mengering, kemudian catlah dengan warna-warna yang kamu inginkan. Pasangkan dua karet gelang pada sisi kanan dan kiri agar topeng dapat digunakan.
Dalam membuat topeng, kamu juga harus memperhatikan aspek proporsi dan keseimbangan. Artinya bentuk dan ukuran bagian topeng yang kamu buat harus sesuai dengan bentuk dan ukuran objek yang kamu tiru. Misalnya bentuk dan ukuran kedua mata harus sama dan seimbang, ukuran hidung, mata, telinga, mulut harus seimbang dengan besarnya ukuran kepala.

Ayo Berlatih
  1. Kumpulkan kertas-kertas bekas yang ada di sekitarmu.
  2. Buatlah topeng kertas dengan motif tokoh dalam pewayangan Punakawan.
  3. Kerjakan dengan cara yang telah diajarkan.
  4. Presentasikan di hadapan guru dan teman-temanmu.
  5. Agar karakter topeng yang kamu buat sesuai dengan karakter tokoh Punakawan, pelajari terlebih dahulu karakter asli masing-masing tokoh Punakawan.
Punakawan
Dalam cerita Mahabarata yang diadaptasikan dalam seni wayang di Indonesia terutama Jawa, Sunda, dan Bali terdapat tokoh khusus yang dinamakan Punakawan (Semar, Gareng, Petruk, Bagong).
Para tokoh dalam kelompok Punakawan ini memiliki karakter yang menarik karena mewakili simbol rendah hati dan penebar hikmah. Secara karakteristik, sebenarnya mereka mewakili profil umum manusia. Mereka adalah tokoh multi-peran yang dapat menjadi penasihat para penguasa/ksatria bahkan dewa, penghibur, kritikus hingga menjadi penyampai kebenaran dan kebajikan.

Ayo Eksplorasi
1. Carilah informasi dengan studi pustaka, observasi, maupun dengan wawancara mengenai nilai-nilai di masyarakat yang sudah mulai memudar Tuliskan hasilnya dalam bentuk laporan tabel berikut!
No.NilaiPerubahanSekarangFaktor Penyebab
DahuluSekarang
1.Anjang sana (saling berkunjung)Sering dilakukan, khusunya pada masyarakat pedesaanJarang dilakukan, terutama di daerah perkotaanAdanya HP dan alat komunikasi canggih lainnyaKemajuan teknologi komunikasi
2.Gotong royongSering dilakukan pada saat kerja baktiJarang dilakukan, terutama di daerah perkotaanDilakukan dengan tenaga kerja yang dibayar dan ada pamrihPerubahan Sikap masyarakata
3.Tolong menolongDilakukan semua orangSudah mulai jarangMasyarakat mulai individualis dan mementingkan diri sendiriPerubahan sikap masyarakat
4.Mengucapkan selamat Hari RayaDilakukan dengan saling memberikan surat atau parselSudah jarang dilakukanMasyarakat menggunakan HP atau internetKemajuan teknologi
5.MusyawarahSering dilakukan, khusunya pada masyarakat pedesaanJarang dilakukan, terutama di daerah perkotaan
Masyarakat mulai individualis dan mementingkan diri sendiri
Perubahan sikap masyarakat
2. Bandingkan perilaku manusia pada dua daerah yang berbeda!
a. Desa dan Kota
AspekPerbandingan Perilaku
PedesaanPerkotaan
Sosial- Masyarakat masih suka bergotong royong
- Saling tolong- menolong

- Masyarakatnya individualis
- Semua dilakukan ada pamrihnya
Budaya- Menghormati adat-istiadat, nilai dan norma< - Masih mengembangkan budaya tradisional (misalnya : tarian tradional)
- Kurang menghargai adat-istiadat, nilai dan norma
- Lebih menghargai budaya dari luar negeri
Ekonomi- Bekerja sebagai petani atau nelayan
- Kegiatan ekonomi sederhana , hanya sekedar memenuhi kebutuhan pokok

- Bekerja sebagai karyawan atau pegawai
- Kegiatan ekonomi untuk memnuhi kebutuhan primer, sekunder bahkan kebutuhan tersier
b. Pegunungan dan Pantai
AspekPerbandingan Perilaku
PegununganPantai/pesisir
SosialMasyarakatnya cenderung sebagai pekerja perkebunan (perkebunan teh,tembakau, petani kol dan kentang)Banyak melakukan aktivitas sekitar pantai dan banyak sebagai nelayan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya
BudayaMemakai pakaian yang tebal dan meminum minuman yang dapat menghangatkan tubuh seperti minuman tradisonal bandrek dan sejenisnyaMasyarakatnya memiliki kepercayaan adanya penghuni laut dengan memberikan sersaji atau sedekah laut
EkonomiSebagian besar bekerja sebagai petaniSebagian besar bekerja sebagai nelayan
Selesai membuat topeng, SALAM membersihkan bahan-bahan sisa dan merapikan peralatannya kembali. Mereka juga membersihkan badan dan mencuci tangan dengan sabun. Mereka tampak riang. Mereka mencuci tangan sambil bermain air dan sabun. Mereka bermain buih sabun dan sesekali meniupnya hingga terbang.

Apakah perubahan sabun menjadi buih bisa disebut sebagai perubahan wujud benda? Jelaskan! Ya, karena sabun yang terkena air dan gosok akan menjadi busa atau gelembung dan ukuran sabun akan mengecil.

Apakah perubahan yang terjadi pada saat memanaskan mentega termasuk perubahan wujud benda? Jelaskan! Pemanasan mentega merupakan perubahan wujud benda dari benda padat menjadi benda cair.

Apakah perubahan yang terjadi pada tepung dan gandum yang dijadikan roti termasuk perubahan wujud benda? Jelaskan! Tidak termasuk karena tepung gandum wujudnya padat dan roti juga padat dua benda itu sama sama padat berarti itu bukan perubahan wujud benda, hanya perubahan bentuk saja

Ayo Bacalah
Sabun merupakan peralatan pembersih yang wajib ada. Setiap kita ingin membersihkan pakaian, diri sendiri, maupun piring pasti tidak terlepas dari benda yang satu ini. Sebenarnya sabun, apalagi yang memiliki kandungan detergen seperti sabun cuci, pasta gigi, dan lainnya, tidak baik bagi lingkungan, terutama ekosistem sungai. Sabun dapat merusak ekosistem karena zat kimia yang terdapat pada sabun dapat membuat ganggang-ganggang yang dapat menutup sungai menjadi subur dan bertumbuh dengan cepat. Ganggang tersebut seperti teratai dan eceng gondok.

Dalam jumlah sedikit ganggang dapat bermanfaat, tetapi ganggang dalam jumlah sangat banyak atau padat dapat merusak ekosistem. Ganggang dalam jumlah banyak dapat menutupi permukaan sungai sehingga dapat menghalangi sinar matahari untuk masuk ke dalam sungai. Akibatnya plankton maupun fitoplankton yang merupakan makanan ikan dapat berkurang jumlahnya, bahkan hilang. Selanjutnya ekosistem ikan juga akan berkurang karena kekurangan makanan. Keadaan sungai yang sempit juga dapat membuat gerak ikan terganggu.

Setelah kamu baca dan pahami bacaan di atas, sekarang jawablah pertanyaan berikut!
  1. Jelaskan perubahan wujud benda yang terjadi pada bacaan di atas! Perubahan wujud sabun (benda padat) menjadi busa (beda cair)
  2. Sebutkan faktor penyebab terjadinya perubahan wujud benda pada bacaan di atas! Karena sabun mengandung detergen seperti sabun cuci, dan pasta gigi dan jika jika dibiarkan terkena air terus maka sabun itu mengecil/mencair.
  3. Adakah pengaruh perubahan wujud benda pada bacaan di atas terhadap lingkungkan? Jelaskan! Ada.sabun dapat merusak ekosistem dan menumbuhkan ganggang menjadi banyak, akibatnya sungai tertutupi ganggang dan cahaya matahari tidak bisa masuk ke sungai, akibatnya zooplankton dan fitoplankton berkurang dan ikan-ikanpun banyak yang mati

Silahkan Tulis Komentar Anda